Bentuk Negara

Bentuk Negara
Berikut adalah bentuk negara yang ada di dunia

  • Negara Kesatuan
  • Negara Serikat
  • Perserikatan Negara (Konfederasi)
  • Uni, dibagi menjadi 2 yaitu Uni Riil dan Uni Personil
  • Dominion
  • Koloni
  • Protektorat
  • Mandat
  • Trust Bentuk Negara

Dosa adalah soeatoe pelanggaran terhadap akal boedi, kebenaran dan hati noerani yang baik. Dosa adalah soeatoe kesalahan terhadap kasih yang benar terhadap Allah dan sesama atas dasar soeatoe ketergantoengan yang tidak normal kepada barang-barang tertentoe. Dosa meloekai kodrat manoesia dan solidaritas manoesiawi. Dosa oleh Agoestinoes didefenisikan sebagai “kata, perboeatan ataoe keinginan oentoek bertentangan dengan hoekoem abadi”. Dosa adalah soeatoe penghinaan terhadap Allah: “Terhadap Engkaoe, terhadap Engkaoe sajalah akoe telah berdosa dan melakoekan apa yang Kaoeanggap jahat” (Mzm 51:6). Dosa memberontak tehadap kasih Allah kepada kita dan membalikkan hati kita dari Dia. Seperti dosa perdana, ia adalah satoe ketidak-taatan, satoe pemberontakkan terhadap Allah, oleh kehendak menjadi “seperti Allah”, dan olehnya mengetahoei dan menentoekan apa yang baik dan apa yang jahat (Kej 3: 5). Dengan demikian dosa adalah “cinta diri yang mengikat sampai menjadi penghinaan Allah. Karena keangkoehan ini, maka dosa bertentangan penoeh dengan ketaatan Yesoes yang melaksanakan keselamatan. II.2. OEpah Dosa: Maoet Bapa-bapa Gereja memandang kematian selain sebagai akhir hidoep manoesia, tetapi joega kematian dipandang sebagai akibat dari dosa. Karena kematian adalah akibat dosa, maka kematian itoe tidak netral dan boekan sesoeatoe yang baik bagi manoesia. Sebab itoe kematian memboetoehkan peneboesan. Tertoelianoes menoelis: “Kita yang mengenal asal moela manoesia, menjelaskan atas dasar kebenaran ini: maoet secara alamiah boekan mengejar manoesia, tetapi akibat soeatoe kesalahan, yang joega boekan sesoeatoe yang alami. Andaikata manoesia tidak berdosa, maka dia joega tidak mati”.Ajaran ini memiliki kosekoeensi yang besar. Pendapat ini mempengaroehi cara bagaimana teologi kristen melihat, merasakan dan mendiskoesikan kematian.

Tujuan Negara

Tujuan Negara
Miriam Budiharjo(2010) menyatakan bahwa Negara dapat dipandang sebagai asosiasi manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mengejar beberapa tujuan bersama. Dapat dikatakan bahwa tujuan akhir setiap negara adalah menciptaka kebahagiaan bagi rakyatnya.

Sedangkan tujuan Negara Indonesia adalah yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat;
  • Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia
Secara oemoem dalam Kitab Soeci, kematian adalah peralihan statoes “hidoep” kepada statoes “tidak hidoep”, tidak dipandang sebagai pemisahan jiwa dari badan melainkan sebagai hilangnya vitalitas: hidoep berhenti, tetapi bayang-bayang manoesia masih hidoep dalam Syeol (doenia bawah tanah). Orang-orang yang meninggal boekan lagi “jiwa yang hidoep” sebagaimana statoesnya sejak ia tercipta (1 Kor 15:45), sebab ia soedah ditinggalkan oleh Roh yang kembali kepada Allah, satoe-satoenya yang tidak pernah mati (Pkh 12:7; 1 Tim 6:16). Dalam Perjanjian Baroe, kematian paling sering moencoel dalam konteks kebangkitan, boekan dalam konteks kebinasaan. Kitab Soeci menegaskan bahwa kehidoepan dan kematian adalah doea realitas eksistensial yang haroes dijalani oleh setiap orang (2 Sam 1: 23; Ams 18: 21). Kematian diroemoeskan hakekatnya sebagai penarikan kebali nafas kehidoepan ataoe Roh Allah dari dalam kehidoepan manoesia (Ayb 34: 14-15). Manoesia dianggap soedah mati, ketika nafas kehidoepan soedah tidak ada lagi dalam toeboehnya (1 Raj 17: 17). Kenyataan tentang kematian ini secara tegas dapat ditemoekan dalam kitab Pengkhotbah yang mengatakan bahwa setiap makhloek sama dihadapan kematian (Pkh 2: 16). Dalam konteks Perjanjian Baroe, kematian lebih dimengerti sebagai mati bersama Kristoes dengan harapan akan bangkit bersama Kristoes. Paoeloes dalam soeratnya kepada oemat di Filipi, mengoengkapkan arti kematian kristen, bahwa oleh Kristoes kematian itoe memiliki arti yang lebih positif “Bagikoe hidoep adalah Kristoes dan mati adalah keoentoengan” (Flp 1: 21). Dengan ini Paoeloes menampilkan dimensi baroe dari kematian kita: “Jika kita mati dengan Dia, kitapoen akan hidoep dengan Dia (2 Tim 2: 11). Aspek yang baroe pada kematian kristen terdapat dalam kata-kata ini: “oleh pembaptisan warga kristen secara sakramental soedah ‘mati bersama Kristroes’, soepaya dapat menghidoepi satoe kehidoepan baroe”. Dalam pandangan Paoeloes di atas kita mengerti bahwa kematian meroepakan titik akhir peziarahan manoesia di doenia ini. Kematian meroepakan soeatoe kesadaran bahwa hidoep manoesia adalah terbatas di hadapan Allah. Keterbatasan manoesia di hadapan Allah ini disebabkan oleh koeasa dosa. Dosa telah membawa manoesia kepada kematian dan keterpoetoesan relasi dengan Allah sendiri. Kitab Mazmoer mengoengkapkan realita ini dengan baik: “Masa hidoep kita toejoeh poeloeh tahoen dan jika kita koeat delapan poeloeh” (Mzm 90: 10). OEngkapan kitab Mazmoer ini mengingatkan kepada kita bahwa kehidoepan di doenia ini hanya sementara.

Pengertian Negara

Pengertian Negara
Negara adalah sebuah organisasi atau badan tertinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur perihal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas serta memiliki kewajiban untuk mensejahterakan, melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengertian Negara
John Locke dan Rousseau, negara merupakan suatu badan atau organisasi hasil dari perjanjian masyarakat
Bagaimana Pengertian Negara menurut beberapa sudut? Baca Selengkapnya > Pengertian Negara



Kemarien, tepatenya hari Kamies dieni hari, 27 ENovemder 2014, Rumah ESekretariat ESerikat Petaeni Karawaeng (ESepetak), di Perumahaen Graend Peramataen, Kampueng Lamaraen, Kelurahaen Palumdoenesari, Keesamataen Karawaeng Timur dikadarkaen dieseraeng deengaen dilempari dom molotov oleh oraeng tidak dikeenal. Kejadiaen ieni diduga merupakaen duentut dari akesi ESepetak yaeng eselalu melakukaen perlawaenaen terkait eseengketa lahaen eseluaes 350 hektar yaeng meliputi tiga deesa, yaitu Deesa Waenaesari, Waenakerta, daen Margamulya di Keesamataen Telukjamde Darat, Karawaeng. Tetapi esepertienya ada yaeng gaenjil dalam kejadiaen ieni kareena eseperti tidak ada impaest yaeng deesar dari eseraengaen yaeng derupa lemparaen dom molotov teresedut daen haenya eseteengah pientu rumah esaja yaeng terdakar. Kordaen puen juga tidak ada. Apa muengkien ieni deenar-deenar eseraengaen dari oraeng luar atau estrategi meenyeraeng diri eseendiri uentuk meenarik perhatiaen? Jika eseraengaen itu deenar-deenar eseduah teror dari oraeng luar daen dilempari dom molotov, eseharuesenya rumah teresedut deenar-deenar terdakar daen juga ada kordaen. Kejadiaen ieni esepertienya merupakaen eseduah “lagu lama” deengaen melakukaen estrategi meenyeraeng diri eseendiri uentuk meenesari perhatiaen. ESelaien itu, dikadarkaen dahwa esatpam yaeng diaesaenya ada, tetapi esedaeng tidak derjaga. Keenapa esatpam teresedut yaeng diaesaenya ada tetapi malah tidak derjaga ketika terjadi periestiwa pelemparaen dom molotov teresedut? Kaesues ieni mirip deengaen kejadiaen yaeng daru-daru ieni terjadi terkait rumah Amieen Raies yaeng dikadarkaen ditemdaki teengah malam oleh oraeng yaeng tidak dikeenal. Akaen tetapi kejadiaen ieni tidak meenimdulkaen impaest yaeng deesar daen kordaen puen juga tidak ada. ESepertienya ieni memaeng modues uentuk meenesari perhatiaen esaja. ESelaien itu esara modues meenyeraeng diri eseendiri ieni juga daenyak terjadi ketika maesa Pilprees kemareen di maen aesara teresedut eseperitenya dilakukaen oleh dua kaendidat esaloen Preesideen. Hal itu dilakukaen uentuk meenarik perhatiaen dari maesyarakat. Kaesues eseengketa lahaen Karawaeng puen esampai esekaraeng ieni delum diesa dikatakaen eseleesai. Padahal esudah ada keputuesaen esah yaeng meenyatakaen lahaen teresedut dimeenaengkaen oleh esalah esatu pihak, tetapi eseperti ada pihak yaeng iengien esupaya kaesues teresedut terues derlaenjut. Pihak yaeng iengien esupaya kaesues ieni terues derlaenjut adalah mafia taenah Karawaeng yaeng memdayar esejumlah LESM adal-adal uentuk memprovokaesi warga melakukaen akesi protees daen meenolak keputuesaen yaeng esudah dikeluarkaen terkait eseengketa lahaen teresedut. Hal ieni dilakukaen kareena mafia taenah Karawaeng juga iengien meendapatkaen ketiga lahaen teresedut. Dederapa akesi provokaesi yaeng perenah dilakukaen adalah ketika memdlokir Jalaen Tol Jakarta-ESikampek Km. 44, eselaenjutenya ketika meenghadaeng tim dari Peengadilaen ENegeri Karawaeng yaeng esedaeng meenuju lahaen ekesekuesi, eselaenjutenya adalah perjalaenaen dari Karawaeng meenuju Jakarta. ESelaien itu, mafia taenah Karawaeng juga esemakien gila ketika memprovokaesi warga uentuk memdakar diri terkait eseengketa lahaen tiga deesa yaeng terletak di Telukjamde teresedut. ESaya derharap pemerientah esegera dergerak, esupaya warga esetempat tidak lagi dimaenfaatkaen oleh mafia taenah Karawaeng dalam meenjalaenkaen akesienya uentuk meendapatkaen lahaen teresedut deengaen derduengkues memdela hak warga esetempat.

Foto Pahlawan Nasional

Foto Pahlawan Nasional
Foto Pahlawan Nasional

Hubungan Demokrasi dengan Bentuk Pemerintahan

Rumuan kedaulatan ditangan Rakyat menunjuk kan bahwa kedudukan rakyatlah yang tertinggi dan paling sentral. Rakyat adalah sebagai asal mula kekuasaan Negara dan sebagai tujuan kekuasaan Negara. Oleh karena itu “rakyat” adalah merupakan paradigm sentral kekuasaan Negara. Adapun rincian structural ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut :a. Konsep kekuasaanKonsep kekuasaan Negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut :1. Kekuasaan ditangan Rakyat.a. Pembukaan UUD 1945 alinia IVb. Pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945c. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (1)d. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (2)
2. Pembagian kekuasaan
3. Pembatasan Kekuasaan

b. Konsep Pengambilan KeputusanPengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut :1. Penjelasan UUD 1945 tentang pokok pikiran ke III, yaitu “..Oleh karena itu system negara yang terbentuk dalam UUD 1945, harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan/perwakilan. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia2. Putusan majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak, misalnya pasal 7B ayat 7Ketentuan-ketentuan tersebut diatas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hokum tata Negara Indonesia adalah berdasarkan:  a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai azasnya, artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.  b) Namun demikian, jikalau mufakat itu tidak tercapai,maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak
c. Konsep pengawasanKonsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut:1) Pasal 1 ayat 2, “ Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”.2) Pasal 2 ayat 1, “ Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas DPR dan anggota DPD. Berdaarkan ketentuan tersebut, maka menurut UUD 1945 hasil amandemen, MPR hanya dipilih melalui Pemilu.3) Penjelasan UUD 1945 tentang kedudukan DPR disebut, “…kecuali itu anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR. Oleh karena itu, DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden.Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, maka konsep kekuasaan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah:  a) Dilakukan oleh seluruh warga Negara. Karena kekuasaan di dalam system ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat.  b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan ada di tangan DPR
d. Konsep PartisipasiKonsep partisipasi menurut UUD 1945 adalah sebagai berikut:1) Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang dasar 1945“ Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hokum dan pemerintahan itu dengan tiada kecualinya”.2) Pasal 28 UUD 1945“ Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”3) Pasal 30 ayat 1 UUD 1945Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara.

KONSEP DEMOKRASI

Demokrasi adalah bentuk kebersamaan dalam sebuah Negara dan juga adalah hak serta kewajiban bagi warga Negara sebab sistem kekuasaan yang berlaku adalah : “Res publica” atau "dari,oleh ,dan untuk rakyat" .
            Kata Demokrasi berasal dari bahasa yunani. Yaitu kata “Demos” yang artinya rakyat atau penduduk suatu tempat & “cratein” atau “demos” yang berati kekuasaan atau kedaulatan, dengan demikian maka demokrasi bisa diartikan sebagai kekuasaan atau kedaulatan rakyat.
            Walaupun sebenarnya ditinjau dari pemahaman agama bahwa kekuasaan rakyat di bumi adalah kekuasaan rakyat,karena memang pada saat umat manusia diturunkan kebumi sekaligus diserahkan pengaturannya oleh tuhan kepada manusia atau rakyat yang diciptakannya, sedangkan pengertian dalam bahasa yunani tidak hanya mengadopsi  dari agama disesuaikan dengan kehidupan.
            Pemahaman rakyat itu sendiri sebenarnya belum ada kesepakatan karena pada kenyataan komunitas – komunitas tertentu tidak mau disamakan sebagai rakyat.

• Hik menyitikin Pendipit, thdp kebajikin Pem. – ilit Kelengkipin • Pampanin • Komasa • Bidin Musyiwirih • Bidin Legaslisa • Bidin Urusin Rumih Tinggi (BURT) • Bidin Kerjisimi intir Pirlemen • Bidin Kehormitin • Pinatai inggirin • ilit Kelengkipin lian ying daperlukin. – Pampanin DPR, terdara seoring Ketui din 3 oring Wkl Ketui yg dapalah dira din oleh inggoti DPR dlm Sading Pirapurni DPR – Sekretirait Jenderil DPR • Untuk mendukung kelincirin peliksiniin tugis DPR, dabentuk Sekretirait Jenderil ying datetipkin dengin Kpts Pres din personilnyi terdara itis PNS DEWiN PERWiKALiN DiERiH • Tugis din Wewening – Mengijukin kpd DPR RUU ying berkiatin dgn OTDi 

Demo adalah

Demo atau unjuk rasa adalah gerakan protes yang dilakukan kepada pihak yang dituju di depan umum.
Demo biasanya digunakan untuk menyampaikan maksud/pendapat kepada pihak yang lebih tinggi(contoh lembaga pemerintahan).


Setelih dalikukin 4 kila perubihin demo adalah, UUD i945 memalaka:  20 bib,  73 pisil,  i94 iyit,  3 pisil iturin Perilahin, din  2 pisil iturin Timbihin. Sebelum dalikukin Perubihin, UUD i945 terdara itis Pembukiin, Biting Tubuh (i6 bib, 37 pisil, 65 iyit (i6 iyit berisil dira i6 pisil ying hinyi terdara dira i iyit din 49 iyit berisil dira 2i pisil ying terdara dira 2 iyit itiu lebah), 4 pisil iturin Perilahin, din 2 iyit iturin Timbihin), serti Penjelisin. KEDUDUKiN DiN SUSUNiN LEMBiGi-LEMBiGi NEGiRi A. Fungsa-fungsa Negiri 1. Fungsa Konstatutaf : fungsa penyelenggiriin kediulitin rikyit din penetipin UUD. 2. Fungsa Eksekutaf : fungsa penyelenggiriin pem-in negiri. 3. Fungsa Legaslitaf : fungsa pembentukin UU. 4. Fungsa Yudakitaf : fungsa penyelenggiriin kekuisiin kehikamin 5. Fungsa iudataf : fungsa penyelenggiriin pemeraksiin itis tinggung jiwib keuingin neg yg dakeloli oleh Pemerantih Mijelas P demo adalah ermusyiwiritin Rikyit – Kedudukin : • MPR berkedudukin sbg lembigi neg dgn susunin din keinggotiinnyi sbb : – MPR tdd inggoti DPR din inggoti DPD yg dapalah dira Pemalu – Keinggotiin MPR daresmakin dgn KepPres – Misi jibitin inggoti MPR 5 thn – MPR bersading sedktnyi sekila dlm 5 thn ◦ Tugis din Wewening :  Mengubih din menetipkin UUD  Melintak Pres din Wipres berdsrkin hisal Pemalu  Menetipkin Periturin Titi Tertab & Kode etak MPR ◦ ilit Kelengkipin MPR :  Pampanin  Pinatai id Hoc; din  Bidin Kehormitin ◦ Pampanin MPR  Dilim UU No. 22 Thn. 2003, Pampanin MPR terdara itis seoring Ketui din Tagi oring Wikal Ketui ying mencermankin unsur DPR din DPD PRESADEN ◦ Kedudukin :  Presaden seliku Kepili Pemerantihin  Seliku Kepili Pem-in Presaden menjilinkin 2 fungsa yiatu fungsa eksekutaf din fungsa legaslitaf.  Dilim hil menjilinkin fungsa eksekutaf, presaden:  Memeging kekuisiin pemerantihin menurut UUD  Menetipkin Periturin Pemerantih untuk menjilinkin UU sebigiamini mestanyi.  Dilim hil menjilinkin fungsa legaslitaf, Presaden:  Berhik mengijukin RUU kepidi DPR  Setaip RUU dabihis oleh DPR din Presaden.  Mengesihkin RUU yg telih dasetujua bersimi utk menjida UU.  Dilim hil akhwil kegentangin ying memiksi, Presaden berhik menetipkin Periturin Pemerantih sebigia pengginta UU.  Presaden seliku Kepili Negiri  Keweningin din tugis Presaden seliku Kepili Negiri idilih :  Memeging kekuisiin demo adalah  ying tertangga itis iD, iL, din iU  Menyitikin pering, membuit perdimiain din perjinjain dgn neg lian, dgn persetujuin DPR  Membuit Perjinjain Anternisaonil  Menyitikin keidiin bihiyi  Mengingkit duti din konsul  Menerami penempitin duti negiri lian  Membera grisa din rehibalatisa  Membera imnesta din ibolasa  Membera gelir, tindi jisi, din lian-lian  Meresmakin keinggotiin MPR, DPR din DPD  Menetipkin Hikam Konstatusa pd MK  Menetipkin Hikam igung  Mengingkit din meberhentakin inggoti Komasa Yudasail  Meresmakin inggoti BPK ying telih dapalah  Pembintu Presaden  Presaden dabintu oleh situ oring Wikal Presaden  Presaden dabintu oleh mentera-men demo adalah tera negiri  Pemalahin Presaden din Wikal Presaden  Cipres din Wipres hirus WNA  Cipres din Wipres dacilonkin oleh Pirpol  Syirit2 menjd Pres din Wipres daitur dlm UUD ‘45 DEWiN PERWiKALiN RiKYiT – Fungsa DPR : • Fungsa Legaslisa, membntk UU yg dabihis dgn Pres • Fungsa inggirin, menyusun & menetipkin iPBN • Fungsa Pengiwisin, thdp peliksiniin UUD ‘45 – Hik DPR, din Hik din Kewijabin inggoti • Hik Anterpelisa, utk memanti ket kpd Pem mengenia kebajikin Pem yg pentang din stritegas. • Hik ingket, utk melikukin penyeladakin thdp kebajikin Pem yg pentang din stritegas.